
pose iqbal bersama karyanya
namanya iqbal karall surya, keponakanku yang berumur 4 tahun.
pose di atas diambil saat iqbal mengikuti lomba menggambar dan mewarnai tingkat TK sekecamatan Gayungan Surabaya.
Jadilah aku sang tante yang baik hati *uhuk…uhuk*
bersama ibuku pergi mengantarkannya pagi-pagi menuju Taman Hiburan Rakyat a.k.a THR Surabaya. (Mama, Papa n kakak Iqbal pergi ke Malang karena Eyangnya sedang sakit)
Sesampainya disana tumplek blek rame anak-anak TK diantarkan oleh orangtuanya masing-masing. Dan ketika bertemu guru Iqbal, aku langsung salaman n peluk-pelukan. Lho kok?!!
Asal tahu aja sekolah TK dan guru-gurunya sama seperti yang mengajarku di waktu TK dulu. Bayangin deh, semua kakak-kakakku dan aku tentunya bersekolah di TK yang sama. Alhamdullilah Iqbal masih sempat diajar oleh guru-guru yang telah mengajar kami semua. Benar-benar pengabdian para guru yang luar biasa, dan hebatnya mereka masih hapal muka kita semua lho.
Iqbal kalo urusan menggambar dan mewarnai emang jagonya deh, cuman bisa lama banget ngerjainnya. Dia bilang kalo cepet-cepet hasilnya jelek. Nah lho!! Begitu juga dengan acara di THR kemarin, pengennya Iqbal sih agak lama ngerjainnya, tapi ibuku ga sabar lha wong yang lain udah pada selesai semua…eitss tapi yang ngerjain orang tuanya lho. *segitu ga percayanya ama anak mereka sendiri atau memang lagi pengen menggambar kali ya.. 
Dan voila…bisa liat sendirikan pose iqbal bersama karyanya di atas? keren dong *secara keponakanku sendiri gitu loh, ya ku puji-puji sendiri dunkz hueheee….*
Setelah mengumpulkan hasil karyanya, iqbal bebas main apa saja di area THR *asal bayar aja, coz tiket gratisnya cuman dapet tiga lembar
*
Pilihan pertamanya jatuh pada kereta yang relnya muter di atas *gimana enggak? Lha wong selama Iqbal menyelesaikan tugasnya, kereta itu muter-muter terus di atas kepalanya – dalam arti yang sebenarnya*
Kemudian pindah ke trampolin, kok kayaknya asyik gitu loncat-loncatan pikir Iqbal. Namun nyatanya setelah masuk kedalamnya, dia malah kaget campur takut gara-gara getaran hebat yang dihasilkan setiap kali dia loncat *padahal kalo loncat-loncat di tempat tidurnya paling hobi tuh*
Dan teman-temannya mengajaknya supaya tidak takut dan mencobanya lagi. How nice…tapi ga lama setelah itu Iqbal memutuskan diri untuk menghentikan permainan tersebut ^_^
Pindah lagi ke mainan tembak bola, taukan? Dia harus memasukkan bola sebagai peluru dan mengarahkannya tepat ke gambar-gambar di tembok yang hendak dibidiknya. Tuing..tuing..tuing…kurang lebih begitu bunyinya.
Masih merasa kurang puas, Iqbal main carroussel a.k.a kuda-kudaan yang muter-muter itu loh. *pliss deh semua orang juga tau kaleee*
Setelah itu, dia merasa sudah cukup, lalu berpamitan pada semua teman-teman dan gurunya yang keliatan aja tentunya, coz semua pada nyebar semua. Akhirnya pulanglah kami bertiga dan sesampainya di rumah langsung istirahat semua. Capee bo’






