Ovy Soemardi

Entries from June 2009

the other talent

June 24, 2009 · 9 Comments

Kuakui…ku memang banci foto, dan kalo lagi foto ku sering kali bertindak menjadi pengarah gayanya…inilah beberapa arahan gaya ku

MAEN TERUS

MAEN TERUS


idenya memang bertumpukan dari atas ke bawah…tappiiii…kanan kiri ternyata penuh juga akhirnya ya beginilah kalo pengarah gaya juga ikutan poto..ga bsa maksimal gituh

LIAT ATAS
seneng banget punya temen2 yg ga nolak diajak pose aneh2 termasuk pose liat atas ^^

@eskalator
sempet2nya di eskalator pose segala, jelaslah diliatin orang2 tapi puas kok ^^

pose lugu jaman smp

pose lugu jaman smp


ini poto jaman SMP, tapi kayaknya kaki ku kelebaran deh posenya ^^

Ya, beginilah beberapa poto arahan gaya ku…penting banget ga sih ^^

Categories: dear diary

after 10 years…

June 17, 2009 · 9 Comments

Weekend minggu lalu ajangnya silahturahmi dengan teman2 lama akibat wabah baru…kami sekumpulan makhluk-makhluk yang telah sekian lama tidak bertemu *padahal rumahnya ga jauh2 amat..hiyaaa* Dahulu kala, kami yang berjumlah 9 orang ini dipersatukan dalam sebuah sekolah menengah pertama called SMPN 22 Surabaya dan lulus di tahun 1998. Kesembilan makhluk homo sapiens tersebut adalah Alfie, Dita, Marini, Niendy, Rizky, Santi, Shenny, Yusnita dan tentunya aku sendiri ^^ Mungkin dari namanya terlihat bahwa kami semua berjenis kelamin perempuan, tapi sungguh Alfie dan Rizky adalah laki-laki tulen hehehee…*kalo ga percaya liat aja potonya ^^* Dan kami semua bertemu lewat…yup bener…lewat Facebook.

ramee

Dulunya jelas kami masih imut2 semua, kalo sekarang ya umurnya pada lebih dari seperempat abad semua deh. Sebenernya via Facebook, aku tidak hanya menemukan mereka sebagai mantan classmates di kala SMP, tapi yang berhasil ‘reuni’ secara mendadak dan tiba-tiba memutuskan untuk berkumpul dan bersua kembali ya hanya bersembilan nama di atas…selebihnya masih sibuk sana sini dan sudah berpencar ke kota-kota lain di Indonesia.

jadull

13 June 2009, Saturday night @ foodcourt City of Tomorrow a.k.a Cito Surabaya, kita semua janjian untuk bertemu melepas rasa rindu..halah.. Sabtu pagi sampe sore aku masih lembur di kantor ku yang berdomisili di Gresik, maka segeralah aku memutuskan bergegas untuk pulang ke rumah sekitar jam 3 sore dengan kondisi jalan yang macetnya naudzubillah akhirnya aku sampai dengan selamat dan loyo di rumah jam 16.45 wib. Duduk termenung sebentar sambil menelpon DDYK untuk mengabarkan bahwa nanti malam aku mau ketemuan dulu dengan temen2 SMP *jadi ketemu dengan dirinya agak maleman dikitlah..secara besoknya dia harus cabut ke luar kota gituh* setelah itu mandi, ganti baju, nunggu Dita yang berbaik hati untuk menjemputku *Thank ya Dita, untung dia masih inget rumahku *

Setelah itu kami berdua ke rumah Yusnita yang notabene jaraknya deket banget ma Cito sekitar jam 6 sore. Akhirnya Dita ‘mengimbal’ (mengantarkan ku terlebih dahulu kemudian balik lagi untuk menjemput Yusnita dan kemudian menyusulku ke Cito) aku dan Yusnita ke Cito. Maka aku menuju foodcourt Cito untuk mencari posisi duduk yang pas..tapi yang ada rame banget dan aku ga nemu muka2 yang tadi katanya janjian *kecuali Dita n Yusnita tentunya* Kebelet pipis neh..ke toilet dulu lah, kelar itu haus langsung cari minuman andalan..apalagi kalo bukan MILK TEA seruputtt ahh..

Gak lama setelah itu, Dita n Yusnita dah muncul di Cito..kami segera cari tempat duduk..sedapetnya deh langsung kami duduki. Kemudian berturut-turut datanglah Santi, disusul oleh Niendy n Shenny, kemudian Alfie n Rizky *buset kenapa mereka selalu rentang-renteng berdua sih…kalo ada cewek yang naksir kan bikin mikir yang enggak2 wakakakkzz* dan paling terakhir sendiri adalah Marini.

Pertemuan ini berawal dari status Yusnita di facebook yang memajang foto2 jadul kita semua…dan foto2 yang belum di-uploadnya dibawa 1 album wow…tambah ngakak lah kita…Lama tak bersua, banyak banget yang kita obrolin, rasanya belum mau pulang tapi woiii Citonya dah mau tutup kale…

Kesimpulan dari 9 makhluk diatas adalah :

1. Aku, Dita n Yusnita adalah makhluk yang menjelma menjadi manusia berjilbab, tapi kelakuan perasaan kok ya masih teteupp..xixixi…

2. Niendy, Santy, Shenny n Marini pun masih teteupp seperti dulu kala, people can change but friendship are forever..halah..

3. Alfie n Rizky ya juga teteuup begitu itu…wajah n kelakuan ga berubah hehee..kompak banget kemana2 berdua..kompak ngejomblo juga *piss*

Setelah puas ngobrol ngalor-ngidul *sampe meja yang kita tempati bisa bergeser jadi miring banget* ditambah tawa yang meledak-ledak, serta banci foto semua…berakhirlah reuni kecil kami dengan agenda2 menakjubkan di lain hari. Terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah mewarnai hari-hari ku ^^

Categories: SLTPN 22 SBY

kejadian-kejadian yang membawaku ke kantor polisi (part 2)

June 13, 2009 · 5 Comments

Categories: dear diary

Mein Name ist Dia Sofiarini

June 5, 2009 · 8 Comments

Yeah, that’s my full name, nick name nya Ovy, di blog jadi Olvy.

Dan setiap nama yang diberikan oleh orangtua kita pasti ada history nya dong begitu juga dengan akyuuu ^^

Almarhum Bapak selalu bertugas menyiapkan nama untuk anak-anaknya, termasuk untuk calon anak ke-empatnya yaitu aku ^^ dan Bapak sudah menyiapkan nama laki-laki untukku *aku tak tahu kenapa, mungkin begitulah keinginan terpendam beliau, sebelumnya beliau telah dianugerahi anak laki-laki pada tahun 1970, disusul kemudian anak perempuan pada tahun 1972, dan berniat mengakhiri untuk menambah momongan lagi dengan lahirnya anak perempuan pada tahun 1976, ternyata Allah berkehendak lain dan memberikan rejeki berupa lahirnya bayi perempuan..ya bayi perempuan…yaitu AKU yang lahir pada tahun 1983.

Ternyata saudara-saudara…Bapak mulai bingung menentukan nama, karena nama anak laki-laki yang sudah dipersiapkan beliau otomatis tidak bisa dipergunakan lagi *masa iya namaku jadi Joko, Budi, Adi dll yang notabene nama cowok hehew* Akhirnya muncullah nama DIA SOFIARINI dengan perincian sbb :

DI = Soemardi (nama Bapak)

A = Marlia (nama nenek)

SO = Soemardi (nama Bapak lagi dong ^^)

FI = Lutfi (nama kakak pertama)

A = Anna (nama kakak kedua)

RI = Sari (nama kakak ketiga)

NI = Soemarni (nama Ibu)

Maka kalo digabung jadilah namaku Dia Sofiarini ^^

Telah diputuskan secara mufakat pula kalo aku dipanggil SOFI, ciee…kesannya cewek banget ya..padahal anaknya tomboy abiess hehehee…eitss..tappii karena kebanyakan orang Jawa melafalkan huruf F menjadi P, aku pun menjadi korban dengan dipanggil SOPI oleh teman2 dan lingkungan sekitar..

+ Temen A : Sop, kita main yuk!

- Ovy : *dengan polosnya ga noleh sama sekali, emangnya aku sayur SOP>>*

tidak berapa lama, sekeluarga akhirnya sepakat mengganti panggilanku dengan OFI, yang kemudian kuganti aja tulisannya menjadi OVY dan di blog menjadi OLVY ^_^

smile005

Categories: dear diary

Kejadian-kejadian yang membawaku ke kantor polisi

June 2, 2009 · 7 Comments

apa perlunya sih kita ke kantor polisi?

pada umumnya sih kalo ga ngurus SIM (Surat Izin Mengemudi) ya ngurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

tapi kalo urusan kasus-kasus yang mengharuskan kita datang ke kantor polisi maka aku telah menjejakkan kaki setidaknya 2 kali seumur hidup *dan ga pengen lagi ah* begini ceritanya :

1. Kejadiannya pada saat menginjak semester ke 4 di tahun 2003 waktu kuliah n sedang mengadakan acara teater di daerah Blitar. Kita serombongan mahasiswa berjumlah kurang lebih 20 orang dengan komposisi laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan, mengakhiri acara tersebut dengan pulang kembali ke Surabaya menumpang *bayar lho, ga cuman numpang hehew* kereta api dan duduk manis di gerbong terakhir.

Tidak  lama setelah kami menempati tempat duduk masing-masing, aku sempet bingung  juga hendak menempatkan pantat coz banyak bangku yang kosong sih. Maunya sih duduk  di bangku tiga depannya Jupe *nama aslinya Juventius  n Julia Perez a.k.a Jupe kayaknya belum ngetop deh hehew* coz view di jendelanya baguss, namun kuurungkan coz mending duduk di bangku dua ma temen cewek persis di sebelahnya Jupe.

Setelah itu ada cowok yang dengan nyantenya minta duit ma Jupe..

+ Bagi duit dong!! *tentunya dengan nada maksa bukan lebay dong ^^*

- Maaf, ga ada Mas

+ *berpikir sejenak* kalo gitu minta rokok!!

- Maaf, ga ada juga Mas *emang Jupe lagi ga ada rokok*

+ Gimana sih, apa-apa kok ga punya *mencengkeram kerah baju Jupe dengan marahnya*

+ Woii..tunggu kok jadi kasar, maaf Mas, emang saya ga punya, kok Mas nya malah marah-marah *jawab Jupe tanpa perlawanan sama sekali*

karena gaduh, beberapa temen2 cowok kami pun bereaksi dan mendekati untuk melerai dan bukannya mau niat mengeroyok lho yaa…mungkin juga oknum cowok tadi kaget didatangi beramai-ramai, dia langsung kabur sambil menyumpah-nyumpah “Awas yo koen engkok” (Awas ya kamu nanti) 

Kita semua berpikir semuanya sudah selesai dan kami berniat menikmati perjalanan pulang kami karena latihan fisik teater yang baru kami lakukan tadi pagi amat menguras tenaga. Eh ga tahunya datanglah segerombolan preman dengan muka yang sangar *sumpah ga ada yang lucu n culun*dan setengah mabuk *ketahuan dari muka n bau mulutnya yang ga banget* mencari-cari Jupe dan berniat mengeroyoknya.

Akhirnya terjadilah perkelahian yang memaksa kita untuk mempertahankan diri dengan segala cara. Berhubung pihak lawan mabuk, kita serasa pengen ikutan mabuk juga, soalnya orang mabuk ga ada kira-kiranya kalo mukul..bak..buk..bak..buk, kalo kita yang masih sadar kan pasti masih mikir kalo mukul seenak udelnya.

Para penumpang umum pun segera pindah ke gerbong lainnya sambil teriak kayak gini nih ‘bukan mahasiswa..bukan mahasiswa’ agar terhindar dari hajaran preman ngamuk tadi. Karena alasan gender juga, ke 11 teman2 cowok anggota teater kami harus berjibaku dengan 20 preman sangar yang hebatnya di saat mereka berkelahi, para preman tersebut sempet-sempetnya pake acara nyopet korban yang ditawurnya tersebut yang mana tiada lain tiada bukan adalah temen-temenku sendiri.

Kami para perempuan di gerbong yang lain sekuat tenaga memberitahukan kejadian tidak adil ini pada kondektur supaya dia memberitahukan masinis agar menghentikan lajunya kereta. Aku sendiri dengan sibukny amencoba menghubungi 199 yang kala itu diklaim sebagai nomer telpon untuk memanggil polisi *asal tau aja kalo iklannya kala itu yg terpampang besar di salah satu sudut jalan protokol Surabaya itu amat sangat membuatku keki.bunyinya cuma tut..tut..tut.. *positive thinking aja kalo salurannya penuh tapi itu ga seberapa membantu coz aku teteup keki n langsung menghubungi kakak ku yang ada di rumah untuk menghubungi polisi di daerah sekitar Tulungagung tempat kereta api sedang berjalan.

Akhirnya setelah kereta berhenti mendadak secara ekstrem…temen2 cowok yang sudah babak belur ditambah dengan kehilangan jam tangan maupun dompetnya pada waktu pengeroyokan terjadi *buset ga tuh…sempet2nya gituh* segera dilarikan ke rumah sakit dan kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian heboh tadi. Praktis, kami semua tidur di depan teras kantor polisi beralaskan koran maupun tidur di bangku2 panjang sambil menunggu giliran untuk memberikan kesaksian.

Keesokan harinya, wajah kita pun nongol dengan pasrahnya di koran *tapi waktu itu belum kepikiran untuk mendokumentasikannya. Teman-teman dari Surabaya pun berdatangan untuk memberikan bala bantuan, termasuk Pembantu Dekan III urusan kemahasiswaan…karena temen2 cewek termasuk diriku tidak ikut berkelahi maka diputuskan boleh pulang oleh pihak yang berwajib. Alhamdulillah leganya…hore…aku udah kangen banget sama rumah neh, meskipun sesampainya di Surabaya selama seminggu lebih mulutku jadi berbusa coz harus menjelaskan kejadian diatas dari awal sampe akhir pada setiap orang yang menanyakannya…

 

(to be continued)

Categories: dear diary